Minggu, 19 Oktober 2014

Happy Birthday Malaikat Hidupku

Hari ini 54 tahun sudah usianya, perempuan yang sudah semakin banyak garis keriput di wajahnya itu tersenyum-senyum di benakku. senyuman yang kadang sering aku sepelekan, dan sering aku lupa bahwa dengan senyum itu aku dikuatkan.
Sudah setengah abad lebih usianya, sudah pasti tubuhnya yang sedang dihinggapi penyakit itu harus banyak dapat perhatian dariku. Sering, sering sekali beliau menelepon hanya untuk menanyakan "Kapan pulang nak?" dan tak jarang aku menjadikan ‘sibuk’ sebagai alasan menunda kepulangan (meskipun beberapa bulan belakangan sudah kuusahakan untuk lebih sering pulang untuknya).
Teringat pula olehku bagaimana dulu aku menyesali, dan terlalu lama bangkit dari penyesalan itu karena cita-citaku yang tidak tersampaikan karena alasan tidak mungkin meninggalkannya. Iya, di satu sisi aku sangat terobsesi untuk mengejar impianku, tetapi di sisi lain aku sepertinya harus banting stir (tidak boleh mengubur dalam impian dan tidak melakukan apa-apa) untuk tidak lagi mengejar impianku itu. Aku tahu betul, hanya aku anak mama (meskipun aku masih punya adik) yang tinggal dekat dengannya. Dalam kondisi kesehatan mama dan papa (bahkan adikku juga) aku sungguh sangat tidak mungkin pergi meninggalkan kota ini untuk terikat di kota lain dan jarang pulang.
Dulu, dulu sekali. Aku sempat membenci kondisi ini. Kondisi aku yang harus mengalah. Dulu, dulu sekali, aku pernah berpikir untuk hanya akan di rumah saja, tidak akan masuk kuliah lagi (mungkin bisalah ya, aku ber’modus’ menjadikan ini alasan kenapa aku terlambat selesai, hehe), sebagai wujud protesku. Dan Alhamdulillah aku telah menyesali itu sekarang, sangat amat menyesal.
Meski sedikit menyayangkan, tetapi aku bersyukur sudah diberi hidayah oleh Allah. Selagi aku masih menjadi tanggung jawab orang tua, lading amal dan jalan menuju surga sangat dekat kalau aku bisa menjaga dan menyenangkan hati orang tuaku. Meski, masih sangat jauh dari sempurna, setidaknya aku sudah berusaha menjadi anak yang baik, hehee.
Ma… selamat hari lahir, semoga Allah senantiasa bersama, semoga janji Allah untuk hambanya yang bersabar dengan sakitnya membawa mama menuju surga, semoga tetap diberi kekuatan, diberi umur yang panjang, semoga dilapangkan rezkinya, semoga tetap dan semakin romantis dengan papa (cieeee), semoga semakin baik dan baik lagi ibadahnya, jadi kita bisa lebih hangat lagi sharingnya, dan semoga mama cepat dikasih menantu yang soleh ya #IniApaSihAbaikanSaja
I love you ma… -dari anak super unik, baik, manis, dan benar-benar meyenangkan hahaha


Share:

0 komentar:

Posting Komentar