Rabu, 15 Oktober 2014

Kembalilah Ex

kau tau bagaimana rasanya dikejar-kejar, diburu-buru, dan diincar-incar?
takut? khawatir? cemas? seperti ingin menangis?
mungkin kira-kira seperti itu, atau bahkan lebih dari itu..
kau bahkan rasanya ingin segera menghilang dari dunia ini
agar kau bisa lari dari semua yang menautkanmu

...
sore itu, kelas kuliah heboh sekali, sebenarnya perkuliahan sampai pukul 15.30 sore itu, tetapi dosen keluar lebih cepat. jadi ketua kelas mengambil alih kelas untuk berdiskusi (ada proyek kelas yang harus kami laporkan kepada dosen keesokan harinya, dan hari itu belum kelar, jadi harus didiskusikan). karena dosen tidak ada, jadilah kehebohan di sana sini, ada yang mengobrol-ngobrol, menonton, menelepon, main game, tetapi masih ada yang ingin ikut berpartisipasi dalam diskusi-salah satunya aku-(ini bukan pencitraan loh).
saat masih berlangsung diskusi, beberapa temanku keluar kelas, sekitar 5-7 orang. aku yang memang tak begitu ingin peduli dan ikut campur urusan orang membiarkan mereka pergi, meski ketua kelas tampaknya agak kesal dengan mereka. selang beberapa menit, (aku tidak sadar ternyata beberapa dari mereka sudah kembali ke kelas) salah seorang dari mereka yang keluar memanggilku.
"Kamu sini bentar deh." aku agak ragu mendekatinya, bukannya apa, takut ketua kelas marah anggota kelasnya pada ngerumpi. tapi karena penasaran, aku ikuti ia yang memanggilku.
"Kenapa?"
"Temanmu si Ex mana?"
"Aku nggak tau, dari tadi ku sms tak dibalas" (maafkan aku harus berbohong demi menyelamatkannya)
"Kamu tau kan tadi aku keluar, aku niatnya bukan mau main-main, tapi mau cari kabel, eh taunya di luar ada orang yang nyariin si Ex."
Deg! jantungku langsung berhenti berdetak beberapa saat mendengarnya. bagaimana ini?
"Siapa?" tanyaku dengan ekspresi wajah yang kubuat sepolos dan seheran mungkin.
"Temannya dulu, katanya dia mau nagih sama si Ex. kamu beneran nggak tau Ex di mana?"
"Aku sih positive thinking aja kalau hape si Ex kehabisan batre. sms terakhirku nggak dbalasnya. memangnya mereka siapa? ada apa nyariin si Ex?"
diceritakannyalah oleh temanku itu apa yang dia ketahui dan dengar. aku sama sekali asing dengan berita itu, Ex yang kukenal tidak seperti itu, Ex yang selama ini bercerita kesusahan hidupnya, tidak pernah bercerita seperti yang kudengar sore itu. jantungku benar-benar gelisa setelah mendengarnya.
"Kamu harus dengar sendiri dari Xya, biar kupanggil dia." akhirnya Xya yang masih menunggu di luar kelas dengan beberapa teman sekelasku yang lain masuk.
aku tanya semua yang kudengar barusan, dia ceritakan kenapa dia mencari-cari si Ex. antara percaya dan tidak percaya, aku benar-benar gemetar sore itu.
entahlah, aku ikutan takut, khawatir, cemas, dan juga ingin menangis.
bagaimanapun juga masa lalu Ex yang belum setahun kukenal itu adalah temanku. aku ikut merasakan amburadul rasa takut dalam dirinya. tapi aku juga tidak tahu harus bagaimana, karena di satu sisi, aku merasa telah dibohongi si Ex tentang cerita yang barusan kudengar.

*Ex, masalah tidak akan selesai kalau kamu tetap lari dan menghindar. meskipun Xya yang dulu adalah teman akrabmu itu sekarang sudah bawa-bawa bodyguard untuk mendapatkanmu, tetapi kamu memang harus menghadapi dan bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan. kalau saja kamu menceritakannya padaku sejak awal, aku pasti akan berusaha mencari bantuan untukmu.
aku tahu rasamu, meski tidak bisa apa-apa untukmu saat ini, aku mendoakanmu selalu dilindungi oleh Nya, kembalilah Ex.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar