Selasa, 14 Mei 2013

biarkan aku bercerita


biarkan aku bercerita mengenai kisah seorang ibu yang memperjuangkan hidupnya demi menuliskan sepucuk surat untuk anaknya yang sedang tidak bersamanya (di luar kota)

seorang ibu tua sedang kebingungan, ibu itu sudah lama ditinggal pergi anaknya merantau ke kota besar. anak semata wayang yang ia sekolahkan tinggi2 dengan tenaganya sendiri yang single parent.

sudah seminggu ini bu tua merasa tidak enak badan dan ada yang tidak beres dengan kesehatannya. namun bu tua enggan pergi ke puskesmas, meski sudah dipaksa tetangga. ia ingin anaknya sendirilah yang membawanya berobat.
nah, suatu hari bu tua itu ingin sekali menulis surat kepada anaknya, dicarilah pensil dan secarik kertas.
namun, setelah kedua benda tadi didapatnya, bu tua itu kebingungan, bagaimana cara menuliskan surat itu kepada anaknya ? meski bu tua masih mengenal abjad dan tidak lupa cara menulis, tetapi ia tetap bingung dengan apa yang akan dituliskannya kepada anaknya, agar anaknya bisa mengerti keadaannya sekarang dan segera pulang.

alhasil, bu tua hanya menulis begini:
"nak, pulang ya. ibu ingin dibawa sama kamu saja pokoknya, ndak mau sama bu Marie" (bu Marie adalah tetangga yang memaksa bu tua pergi berobat)

singkat cerita, ibu itu meninggal dalam waktu tiga hari setelah mengirimkan surat kepada anaknya itu, sejam sebelum anaknya datang dari kota.


apa kesimpulan dari cerita di atas???
bahwasanya, menulis itu tidak hanya membutuhkan kemampuan mengenal huruf, angka, tanda baca, dan simbol saja. tetapi juga mengetahui apa yang akan kita tulis, dan tentu saja, sering belajar agar mahir melakukannya.
seperti bu tua yang memang pandai baca tulis, tetapi karena tidak pernah dibiasakan menulis surat yang keliatannya sepele, beliau jadi tidak bisa menyampaikan pokok berita dalam surat itu (seharusnya tentang beliau yang sakitlah yang penting diceritakan dalam surat)


kita tentu pernah (bahkan sering) mengalami hal ini ketika hendak menulis sesuatu (apakah itu cerpen, novel, feature, essai, artikel, dll) bukan?
maka jawabannya hanya dengan membiasakan dan menentukan apa yang hendak kita tulis.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar