Minggu, 12 Mei 2013

cuplikan novel "Kembalilah Dera"


...
Dera berusaha meloloskan dirinya kembali, dan tangan kanannya terlepas dari si abang yang kurus, segera ditendangnya pangkal paha pria itu. Dan tangan si abang bertubuh kekar digigitnya untuk meloloskan tangan satunya lagi. Namun si abang tidak bodoh, tangan kanan Dera yang terlepas diterkamnya sangat kuat hingga Dera menjerit. Sementara lelaki teman Dera segera memukuli pundak si abang bertubuh besar dengan tasnya yang berisi laptop. Tangan Dera lepas dari si abang kekar. Diraihnya tangan Dera itu dan membimbingnya untuk segera kabur dari gang buntu yang gelap itu. Dibawanya Dera menyusuri gang-gang sempit agar susah ditemui oleh dua preman tadi, sampai mereka memilih berhenti di halaman sebuah rumah, dan bersembunyi di balik pot bunga besar. Lampu teras rumah yang cukup teranglah yang membuat Dera akhirnya bisa melihat jelas wajah lelaki yang hingga kini masih memegang tangannya itu. Lelaki masa lalunya yang belakangan ini selalu dihindarinya. Lama Dera terdiam menatap wajah teduh di dekatnya itu, sampai pria itu beralih menatapnya juga. Seketika pandangan mereka beradu, ada getaran lain yang menggelisahkan Dera. Ia segera memalingkan muka dan menarik kasar tangannya. Lelaki tersebut hanya tersenyum, spontan mengusap lembut kepala Dera. Dera dengan kasar menepis tangannya. Tapi ia tetap tersenyum lembut penuh tatapan kasih sayang.
“Kamu nggak papa kan?” Dera masih diam dan masih tidak mau melihat kearah lelaki itu.
“Ada apa Dera? Kenapa kamu selalu ngehindarin aku? Aku nggak bakalan ngapa-ngapain kamu. Kita kan sahabat!”
“Diem lu! Gue nggak pernah punya sahabat!”
“Udahlah Ra, udah lama semenjak mereka ngelakuin itu semua sama kamu! Tapi kenapa sampai sekarang kamu masih aja juga ikut musuhin aku?” Dera hanya mengibaskan tangannya, pertanda tidak ingin membahas masalah di masa lalunya.
“Sampai kapan kamu bakal kayak gini Ra? Aku nggak tega ngeliat kamu kayak gini! Tolong, kembalilah Dera!” Dera segera menatap lelaki itu.
“Apanya yang kembali? Semua udah berakhir Ham! Udah, makasih udah bantuin gue. Pulang gih lu sana!” Dera segera bangkit begitu menyelesaikan kalimat terakhirnya. Namun lelaki yang ternyata sahabatnya itu segera memegang tangannya.
...
bersambung
Share:

0 komentar:

Posting Komentar